WAWASAN CUQ
Gaya Komunikasi Formal vs. Gen-Z
Pertarungan Antarmuka
Kami menganalisis data dari 404 responden untuk memahami preferensi pengguna antara gaya komunikasi Formal dan Gen-Z. Menggunakan Chatbot Usability Questionnaire (CUQ), kami mengeksplorasi bagaimana faktor gender dan urutan presentasi memengaruhi kepuasan pengguna.
Skor Rata-rata Formal
0.0
Dari skala 5.0
Skor Rata-rata Gen-Z
0.0
Dari skala 5.0
Kohort Dominan
18 Tahun
Demografi Target
Profil Responden
Memahami profil pengisi survei sangat penting untuk konteks. Kelompok ini sebagian besar terdiri dari remaja akhir (usia 17-18 tahun), dengan distribusi gender yang seimbang. Ini memberikan pandangan terfokus pada preferensi penduduk digital asli (digital natives) muda.
Distribusi Gender
Pembagian yang hampir merata memastikan wawasan yang seimbang antar gender.
Distribusi Usia
Peserta secara eksklusif berada dalam rentang usia 17-18 tahun.
Formal vs. Gen-Z: Hasil Akhir
Membandingkan rata-rata skor agregat dari 16 pertanyaan kegunaan. Meskipun kedua gaya mendapatkan skor positif (di atas 3.0), kami menganalisis apakah nada modern yang santai khas "Gen-Z" lebih disukai dibandingkan struktur "Formal" tradisional.
Perbandingan Skor Kegunaan Keseluruhan
Perspektif Berdasarkan Gender
Apakah responden laki-laki dan perempuan memiliki persepsi yang berbeda terhadap gaya komunikasi ini? Perincian ini menyoroti preferensi spesifik demografis yang dapat menginformasikan penyesuaian antarmuka (UI).
Skor Rata-rata Berdasarkan Gender
Efek "Priming" Urutan
Responden mencoba antarmuka dalam dua urutan berbeda: Formal dulu (F→G) atau Gen-Z dulu (G→F). Analisis ini mengecek bias—apakah melihat antarmuka Formal terlebih dahulu membuat Gen-Z terlihat lebih baik sebagai perbandingan, atau sebaliknya?
Dampak Urutan Presentasi terhadap Skor
Analisis Mendalam: Faktor Penentu
Aspek spesifik mana dari pengalaman chatbot yang dinilai paling tinggi? Kami membandingkan faktor-faktor dengan performa terbaik dari kuesioner Formal dan Gen-Z.